Monday, September 1, 2008

Mengalihkan Lapar Anak Saat Puasa

Minggu, 31 Agustus 2008 | 11:28 WIB

Ketika berpuasa, tak jarang Si Kecil rewel dan merengek minta batal. Jangan buru-buru mengikuti kemauannya, masih banyak cara yang bisa dilakukan orang tua mengalihkan rasa laparnya.

1. Mainan. Siapkan mainan yang tak menguras tenaga seperti monopoli, ludo, lego, bongkar pasang, atau puzzle.

2. Dongeng. Bacakan dongeng atau buku cerita yang disukai anak sambil mengajaknya berbaring santai.

3. Mandi. Tawarkan untuk mandi untuk mengurangi rasa panas dan hausnya.

4. Peluk & Gendong. Menggendong anak bisa menenangkan anak yang gelisah karena lapar.

5. Berbaring. Mengajak anak tiduran di ruang ber-AC bisa mengurangi rasa haus dan membuatnya lebih tenang.

6. Nonton. Menonton film anak, setidaknya kurang dari 2 jam sehari, bisa jadi alternatif mengalihkan rasa laparnya.

Laili
Sumber: www.kompas.com

Posted by: Http://raspberrysun.multiply.com

Friday, August 29, 2008

Puasa Oke, Dehidrasi No Way

Kamis, 28 Agustus 2008 | 14:19 WIB

ISTILAH dehidrasi mungkin sudah tak asing lagi. Dehidrasi berarti kekurangan cairan tubuh karena jumlah cairan yang keluar lebih banyak daripada cairan yang masuk. Jangan pernah meremehkan dehidrasi karena bisa menganggu keseimbangan tubuh, bahkan pada tingkat yang lebih berat bisa berujung pada penurunan kesadaran dan koma.

Agar kebutuhan tubuh akan cairan terpenuhi, kita memerlukan sedikitnya 1 liter air setiap hari. Cara untuk menghindari dehidrasi adalah dengan sering minum. Namun, bagaimana di bulan puasa, bukankah kita diwajibkan menahan lapar dan dahaga sejak matahari terbit hingga terbenam?

Untuk mengatasinya, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan. Pertama adalah memperbanyak minum air saat sahur dan berbuka. Air yang diminum sebaiknya air putih biasa, bukan teh, kopi, atau soda. Sebab, minuman-minuman tersebut mengandung kafein yang bersifat diuresis atau menambah frekuensi kencing. Makin banyak buang air kecil, makin banyak pula cairan tubuh yang terbuang.

Hindari minuman yang terlalu manis karena akan merangsang keluarnya hormon insulin yang meningkatkan kadar gula darah. Jika ini terjadi, maka tubuh akan bertambah lemas. Selain itu, saat ingin beraktivitas di luar ruangan, apalagi saat cuaca panas, gunakan pakaian yang terbuat dari bahan yang nyaman dan menyerap keringat. Hal ini akan membantu mengurangi penguapan cairan tubuh.

Jadi, tak ada alasan untuk takut dehidrasi saat berpuasa kan?


AN
Sumber : KOMPAS

Tips Menyusui Ketika Puasa

ASI Lancar, Puasa pun Tak Lewat

Bulan Ramadhan telah tiba. Bulan penuh ibadah bagi umat muslim di dunia. Salah satu ibadah yang wajib dilakukan setiap muslim yang telah baligh (cukup umur) adalah berpuasa. Nah, bagaimana dengan ibu hamil dan menyusui?

Puasa Ramadhan hukumnya tetap wajib bagi ibu hamil dan menyusui. Alhamdulillah, Islam memberikan kelonggaran bagi ibu hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa dengan berpuasa di lain waktu atau membayar fidyah.

Yang pertama, dikembalikan kepada motivasi atau niat. Jika ibu hamil dan menyusui tidak melakukan ibadah puasa karena mengkhawatirkan kesehatan dirinya, maka dia menganggap dirinya seperti orang sakit. Sehingga cara mengganti puasa sama dengan mengganti puasa dikala orang sakit, yaitu dengan berpuasa di hari lain. Namun, jika mengkhawatirkan bayinya, dianggap seperti orang tua yang tak punya kemampuan sehingga cara menggantinya selain membayar puasa-seperti cara orang tua-yaitu dengan membayar fidyah.

Yang kedua, ibu hamil atau menyusui cukup membayar fidyah saja tanpa harus berpuasa. Karena keduanya tidak berpuasa bukan karena sakit, melainkan karena keadaan yang membuatnya tidak mampu puasa. Kasusnya lebih dekat dengan orang tua yang tidak mampu berpuasa.

Apa dan bagaimana cara membayar Fidyah? Fidyah adalah memberi makan orang fakir miskin. Satu hari puasa diganti dengan satu kali fidyah. Ukuran memberi makan adalah sebesar porsi kita makan 3 kali sehari, yakni sekitar 1 mud atau 600 gram. Jika dirupakan uang, sebesar biaya kita makan 3 kali sehari.

Ketika memberikan fidyah, ada tata caranya juga. Salah satu yang harus diingat adalah jangan lupa mengucapkan berita serah terima/ijab kabul. Misalnya “Saya membayar fidyah kepada saudara, mohon diterima dengan baik”. Jika meminta orang lain yang menyerahkan maka, “Ibu A membayar fidyah kepada saudara, mohon diterima dengan baik”.

Nah, bagi ibu menyusui yang ingin berpuasa bagaimana? Selama kondisi ibu dan bayi sehat, maka diperbolehkan berpuasa. Namun, jika dikuatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya kekurangan gizi, produksi ASI berkurang, sakit, dan lain sebagainya, maka Islam menyarankan untuk tidak berpuasa.

Manajemen Laktasi Ibu Menyusui Yang Sedang Berpuasa

Dengan perubahan jadwal makan, bukan berarti asupan makanan yang dikonsumsipun ikut berubah. Yang penting, ibu menyusui tetap makan 3 kali sehari dan secara disiplin mengkonsumsi makanan dengan gizi berimbang, yaitu dengan komposisi 50% karbohidrat, 30% protein dan 10-20% lemak.

Kemudian, hal-hal berikut dapat dilakukan untuk memastikan bahwa produksi ASI selama ibu berpuasa tetap lancar dan berkualitas:

  1. Asupan menu dengan gizi seimbang
  2. Ibu yang sedang menyusui memang membutuhkan tambahan sekitar 700 kalori perhari, 500 kalori diambil dari makanan ibu dan 200 kalori diambil dari cadangan lemak dalam tubuh ibu. Oleh karena itu, penting bagi ibu menyusui yang sedang berpuasa untuk tetap mempertahankan pola makan 3x sehari dengan menu gizi seimbang. Pada saat sahur, ketika berbuka puasa dan menjelang tidur sesudah shalat tarawih. Makan sahur akan menghasilkan energi yang berguna untuk aktivitas kita hari itu. Komposisi makanan dengan gizi berimbang akan menghasilkan sari makanan yang bagus untuk anak.

  3. Perbanyak konsumsi cairan, mulai dari berbuka hingga sahur
  4. Jika bisa minum air putih selama sehari itu sebanyak dua liter, ditambah dengan jenis cairan lainnya seperti juice buah, teh manis hangat dan susu. Minum segelas susu setiap sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil dan menyusui. Anemia adalah berkurangnya kadar hemoglobin (Hb) dalam darah. Berbuka puasa dengan minum minuman hangat, akan merangsang kelancaran ASI bagi ibu menyusui.

  5. Istirahat yang cukup
  6. Merasa lemas saat berpuasa itu hal yang lumrah, apalagi jika si ibu baru saja menyusui. Cobalah untuk beristirahatlah sejenak, apakah dengan cara tidur atau sekadar relaks menenangkan pikiran. Perlu ibu menyusui ketahui, bahwa semakin sering payudara dihisap oleh bayi, maka produksi ASI akan semakin banyak. Jadi, bila selama puasa ibu tetap rajin menyusui, ASI akan tetap lancar.

Ibu Bekerja

Ibu bekerja yang memerah ASI di tempat kerjanya disarankan untuk tetap melakukan kegiatan memerah ASI seperti biasa dengan tetap memperhatikan tips-tips seperti yang sudah disebutkan diatas ini. Kembali berpegang pada prinsip demand and supply, semakin banyak ASI dikeluarkan maka semakin banyak ASI yang akan diproduksi. Apabila ibu menyusui yang biasa memerah menghentikan kegiatan memerahnya selama bulan puasa, maka ASI yang diproduksi dapat berkurang, yang bukan disebabkan oleh kegiatan berpuasa tetapi karena mengurangi kegiatan memerah tadi.

Bagaimanapun, mendapatkan ASI adalah hak bayi. Jadi, dahulukan kepentingan bayi. Untuk ibu yang memiliki bayi di bawah 6 bulan, memang dianjurkan untuk tidak berpuasa karena bayi sedang dalam tahap ASI Eksklusif dan belum memperoleh makanan tambahan apapun kecuali ASI.

Selamat menunaikan ibadah puasa bulan Ramadhan dan salam ASI!

Sumber: http://aimi-asi.org

Posted by: Http://raspberrysun.multiply.com

TIPS Agar Tetap Segar Selama Puasa..!

TIPS Agar Tetap Segar Selama Puasa..!
Gizi.net - KETIKA berpuasa, bahan makanan yang masuk (intake) berbeda dengan energi yang dikeluarkan (outtake) selama beraktivitas. Itu sebabnya, selama menjalankan ibadah puasa, kesehatan pun harus dijaga.

Untuk itu, perlu diperhatikan pengaturan makan dan minum pada saat sahur atau berbuka puasa, agar tubuh tetap segar dan bugar sepanjang hari selama berpuasa.

Pada saat berpuasa bahan makanan penghasil energi utama seperti karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan protein yang masuk ke tubuh kita tidaklah sebanyak hari-hari biasa. Untuk itu ada kiat-kiat khusus agar tubuh tetap segar dan fit selama berpuasa.

Agar kondisi tetap prima kendati tengah berpuasa, simak tips kesehatan di bawah ini.

  • Jangan lupa selalu mengkonsumsi makanan bergizi baik pada saat sahur atau berbuka puasa. Walau menu sederhana, yang penting mengandung lima unsur gizi lengkap seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral.


  • Upayakan untuk mencegah dehidrasi tubuh dengan banyak minum air putih pada malam hari. Hal ini penting dilakukan, karena pada siang hari aktivitas kita cenderung banyak mengeluarkan keringat baik di ruangan terbuka atau ber-AC.


  • Pada saat berbuka, awali buka puasa Anda dengan makanan atau minuman hangat dan manis seperti kolak, setup, ataupun minuman manis lainnya. Tapi ingat, jangan mengkonsumsi minuman yang mengandung soda, karena dapat menimbulkan akibat buruk bagi perut Anda.


  • Jangan langsung minum air dingin atau es, sebaliknya biasakanlah berbuka dengan minuman yang hangat. Perut yang kosong bisa menjadi kembung, bila Anda langsung berbuka puasa dengan air dingin, karena asam lambung dalam tubuh kita akan terbentuk semakin banyak.


  • Kemudian beristirahatlah kurang lebih satu jam sebelum menyantap hidangan berbuka yang telah dihidangkan. Tujuannya untuk memberikan keseimbangan terlebih dahulu pada pencernaan kita. Ingat, jangan mengkonsumsi makanan berlebihan dan makanan asinan.


  • Berbuka puasa hendaknya dilakukan secara bertahap dan tidak terburu-buru agar lambung tidak "kaget". Dengan demikian kerja lambung tidak terlampau berat. Untuk meringankan kerja pencernaan, kunyah makanan dengan baik.


  • Agar Anda mampu menahan rasa lapar, perbanyaklah mengkonsumsi jenis makanan berserat yang banyak terdapat dalam sayur dan buah. Tubuh kita memerlukan waktu lebih lama untuk mencerna makanan yang banyak mengandung serat.


  • Selain memperbanyak makanan berserat dan makanan yang mengandung protein, sebaiknya Anda juga menyediakan jenis makanan yang mengandung vitamin dan mineral serta makanan tambahan agar tubuh tetap segar bugar sepanjang hari.


  • Vitamin yang penting dikonsumsi setiap hari adalah vitamin A, B, dan C. Tapi kalau Anda sudah makan buah berwarna kuning atau merah, sayur berwarna hijau tua, kacang-kacangan, maka tak perlu khawatir kekurangan vitamin tersebut.


  • Bagi penderita sakit lambung makanan yang sebaiknya dihindari adalah ketan, mie, daging berlemak, ikan dan daging yang diawetkan, sayuran mentah, sayuran berserat, minuman yang mengandung soda, dan bumbu yang tajam (cuka, cabai, asam). Jenis makanan tersebut bisa menimbulkan gas yang berpengaruh meningkatkan produksi asam lambung.


  • Bagi mereka yang berat badannya melebihi berat badan ideal, sebaiknya selama berpuasa pun tetap menghindari makanan yang tinggi kolesterolnya, misalnya lemak hewan, margarin, mentega. Selain itu, sebaiknya Anda menghindari makanan yang manis-manis, seperti dodol, sirup, cokelat, kue tar, es krim. "Selain lebih banyak mengkonsumsi sayur, buah, dan daging tanpa lemak, pengolahan makanannya pun sebaiknya jangan digoreng."


  • Sedang bagi mereka yang terlalu kurus, selama berpuasa sebaiknya menambah porsi susunya dan menghindari makanan yang sulit dicerna seperti sayuran berserat kasar (daun singkong, daun pepaya).


  • Bagi mereka yang berusia lanjut, aturlah pola makan saat berbuka puasa juga secara bertahap. Makanlah jumlah yang lebih sedikit, namun dilakukan beberapa kali.


"Selamat menjalankan ibadah puasa"



Sumber: http://www.kompas.co.id

Enam Tips Sehat Puasa

KapanLagi.com - Menjalankan ibadah puasa adalah sebuah kewajiban bagi umat muslim, namun jika ditilik dari sisi kesehatan dibalik nilai ibadah dari ritus yang dijalankan sebulan penuh tiap tahun ini, juga tersimpan banyak manfaat. Tapi tentu saja jika itu dijalankan dengan aturan yang benar dan tidak asal-asalan. Bagaimana memadukan antara ibadah dan mendapatkan manfaat bagi kesehatan kita, berikut kami suguhkan 6 tips menjalankan puasa sehat:

1. Jangan Tinggalkan Sahur

Sahur merupakan salah satu rangkaian dalam ibadah puasa Ramadhan yang sangat disarankan, dalam sebuah Hadist disebutkan bahwa "Bersabda Rasulullah SAW: "Sahurlah kamu, karena dalam sahur itu terdapat berkah yang besar". Kenapa sahur penting bagi kita yang menjalankan puasa?, Saat menjalankan puasa tubuh kita tidak mendapatkan asupan gizi kurang lebih selama 14 jam. Untuk itu supaya tubuh dapat menjalankan fungsi dengan baik, sel-sel tubuh membutuhkan gizi dan energi dalam jumlah cukup. Untuk menu sahur sebaiknya pilih makanan berserat dan berprotein tinggi, tapi hindari terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang manis-manis.

Banyak makan makanan manis disaat sahur akan membuat Anda cepat lapar di siang hari. Makanan manis membuat tubuh bereaksi melepaskan insulin secara cepat, insulin berfungsi memasukkan gula dari dalam darah ke dalam sel-sel tubuh dan digunakan sebagai sumber energi. Sedangkan makan makanan berserat membuat proses pencernaan lebih lambat dan membantu insulin dikeluarkan secara bertahap. Untuk membuat energi dari sahur tahan lama, bersahurlah lebih akhir saat mendekati imsak.

2. Jangan Tunda Berbuka

Setelah seharian menahan lapar dan dahaga tentunya energi kita terkuras, untuk memulihkan energi kembali, saat berbuka makanlah karbohidrat sederhana yang terdapat dalam makanan manis. Makanan yang mengandung gula mengembalikan secara instant energi kita yang terkuras seharian. Tetapi usahakan menghindari minum es atau yang bersoda, karena jenis minuman ini dapat membuat pencernaan tak berfungsi secara normal.

3. Makanlah Secara Bertahap

Biasanya begitu mendengar bedug magrib, tanpa tunggu lagi kita langsung menyantap habis hidangan yang disediakan diatas meja. Ini bukanlah pola yang bagus untuk kesehatan, setelah seharian perut kita tak terisi dan organ cerna beristirahat, sebaiknya jangan langsung menyantap hidangan dalam jumlah besar. Saat tiba waktu berbuka makan makanan manis, seperti kolak, atau minum teh hangat, istirahatkan sesaat, bisa Anda gunakan jeda itu untuk menjalankan sholat magrib sambil memberi waktu organ cerna kita menyesuaikan. Baru setelah sholat Anda dapat lanjutkan kembali makan makanan yang lebih berat seperti nasi dan lauk-pauknya. Dan setelah Tarawih dilanjutkan lagi dengan sesi makan kecil atau camilan.

4. Jangan Tinggalkan Olahraga

Menjalankan puasa bukan berarti berhenti total berolahraga. Justru aktivitas fisik tetap dibutuhkan untuk menjaga kelancaran peredaran darah agar kita tidak mudah loyo. Namun untuk urusan ini pilih olahraga ringan yang tak membutuhkan energi berlebih, seperti lari-lari kecil atau jalan kaki. Sebaiknya lakukan olahraga menjelang waktu berbuka. Tarawih selain ibadah juga sebagai sarana menjaga kebugaran
jasmani karena saat melakukan sholat tarawih sama dengan membakar kalori.

5. Konsumsi Cukup Air

Air merupakan zat yang sangat dibutuhkan tubuh. Lebih dari 60 % tubuh kita terdiri dari air. Untuk menjalankan fungsinya dengan baik setiap organ tubuh kita membutuhkan air. Tanpa air yang cukup tubuh akan mengalami gangguan. Untuk itu perbanyak minum air untuk simpanan dalam tubuh supaya semua organ berfungsi dengan baik. Yang disebut air disini bukan hanya berupa air putih, tapi susu dan teh pun juga termasuk di dalamnya. Supaya kebutuhan tubuh tercukupi, aturlah agar Anda minum delapan gelas air sebelum menjalani puasa esok hari.

6. Kendalikan Emosi

Rasulallah bersabda bahwa puasa itu bukan hanya menahan lapar dan dahaga tetapi juga menahan nafsu. Dengan kata lain tujuan puasa adalah me-manage emosi, belajar bersabar dan berupaya mendekatkan diri kepada Tuhan. Secara psikologis ini mempengaruhi mental-spiritual kita, dengan mengendalian emosi membuat jiwa kita
tumbuh lebih sehat, dan merasakan kedekatan dengan Allah membuat hati kita damai. (erl)

Sumber: www.kapanlagi.com

Kulit Cantik Selama Puasa

Jumat, 29 Agustus 2008 | 10:13 WIB

AKIBAT kekurangan cairan, serangkaian keluhan kerap menghantui kaum hawa saat puasa. Kulit wajah kering, bibir pecah, atau kulit kaki mengelupas adalah "makanan" sehari-hari. Berikut trik untuk mengatasinya.

* Wajah
Kuncinya adalah tahu jenis kulit Anda. Jika jenis kulit termasuk kering, gunakan pembersih yang mengandung pelembab, diikuti dengan membubuhkan pelembab jenis creamy.

* Bibir
Bibir merupakan bagian tubuh yang paling sedikit mengandung pelembab. Menjilati bibir bukan cara tepat mengatasi bibir kering atau pecah-pecah. Justru sebaliknya, akan membuat bibir semakin kering. Oleskan lip balm secara rutin, termasuk sebelum tidur.
Cara lain, bubuhkan petroleum jelly. Kemudian, dengan menggunakan sikat gigi, sikat bibir dalam gerakan melingkar untuk menghilangkan kulit mati dan kering. Lalu, bersihkan dengan lembut sisa petroleum jelly. Ulangi beberapa kali dalam sehari sampai bibir tak terasa kering.

* Tubuh
Makin kering kulit, makin banyak pelembab yang Anda butuhkan. Bubuhkan pelembab pada seluruh tubuh setelah mandi karena pelembab akan lebih cepat menyerap pada kulit yang lembab. Hindari mandi dengan air hangat agar kulit tak semakin kering.

* Tangan dan kaki
Sediakan pelembab di mana pun Anda berada, semisal di kantor. Pilih pelembab yang mengandung sun screen sebagai perlindungan bagi kulit dari pengaruh buruk sinar matahari. Bubuhkan juga pelembab pada tangan dan kaki setelah melakukan aktivitas yang berhubungan dengan air, seperti mencuci piring atau berwudl. Jika kulit sangat kering, bubuhkan pelembab sebelum tidur.

TIPS:
* Setelah mandi atau mencuci wajah, keringkan kulit dengan cara menepuk-nepuknya dengan handuk lembut. Bukan menggosoknya.
* Gunakan pembersih wajah yang mengandung kadar sabun dan wewangian rendah.
* Hindari menggaruk kulit yang kering. Karena hal ini bisa menimbulkan radang atau infeksi lainnya.
* Gunakan handuk lembut berbahan katun agar tidak mengiritasi kulit. Hindari bahan-bahan "kasar" seperti wol.
* Mengonsumsi sayuran, buah-buahan, dan minum banyak air (sedikitnya delapan gelas sehari). Saat berpuasa, bisa disiasati dengan memperbanyak minum di malam hari dan saat sahur.


Triwik Kurniasari

Sumber: www.kompas.com

Posted by: Http://mommykiddy.multiply.com

Wednesday, August 27, 2008

Membersihkan Parutan Besi

Terkadang air saja tak cukup untuk membersihkan sisa bahan makanan yang menempel di parutan besi. Trik berikut ini bisa membantu membersihkan parutan besi. Caranya, ambil roti kering lalu parutan ke parutan besa Anda.

Kotoran yang menempel akan terbawa serta, Jika parutan besi berkarat, ambil singkong yang sudah dikupas. Lalu parutkan ke parutan yang berkarat. Diamkan selama 1 jam, setelah itu cuci dan olesi dengan minyak goreng.

Mama Mia/Dv.

Sumber: www.lautanindonesia.com